JAMBI – Hujan deras yang mengguyur Kota Jambi sejak Minggu (30/3/2025) hingga Senin (31/3/2025) pagi kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Salah satu kawasan yang terdampak cukup parah adalah Jambi Business Center (JBC), yang mengalami luapan air akibat tingginya debit hujan.
Meski JBC telah dilengkapi dengan kolam retensi berkapasitas 3.600 m³ untuk menampung air hujan, kolam tersebut tidak mampu menahan limpahan air dari beberapa wilayah sekitar,
seperti Jamtos, Mayang, Tugu Juang, dan Sungaikambang. Akibatnya, air meluap dan menggenangi area bisnis serta pemukiman di sekitar JBC.
Selain curah hujan yang tinggi, buruknya kondisi drainase di sekitar kawasan ini juga memperparah banjir. Saluran air yang belum tertata dengan baik serta penyumbatan akibat sampah rumah tangga menyebabkan aliran air tidak lancar, sehingga air meluber ke jalan dan pemukiman warga.
Menanggapi peristiwa ini, pihak JBC segera mengambil langkah strategis untuk mengatasi masalah banjir. Saat ini, mereka tengah melakukan revisi desain pintu air kolam retensi guna meningkatkan efektivitas pengendalian arus air.
Langkah ini diambil untuk memisahkan sistem drainase kota dan drainase JBC, sesuai hasil rapat pembahasan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah bahwa air dari drainase kota tidak boleh dibendung. Oleh karena itu, posisi pintu air akan diubah agar risiko banjir di kawasan sekitar dapat diminimalisir.
Namun, pembangunan ini baru bisa dilakukan setelah pengesahan adendum dokumen AMDAL rampung. Sementara itu, manajemen JBC telah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar terkait perubahan desain pintu air ini.
Sosialisasi tersebut melibatkan perwakilan warga yang ikut serta dalam pembahasan AMDAL agar informasi ini tersampaikan secara langsung.
JBC menegaskan bahwa mereka berkomitmen penuh untuk menangani masalah banjir di kawasan mereka. Mereka juga berjanji akan terus bekerja sama dengan pihak terkait guna mencari solusi jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Perubahan desain pintu air ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mengendalikan banjir dengan lebih baik. Kami berharap langkah ini bisa menjadi solusi efektif agar kawasan JBC dan sekitarnya tidak lagi terdampak banjir,” ujar perwakilan manajemen JBC. (one)
- Like
- Digg
- Del
- Tumblr
- VKontakte
- Buffer
- Love This
- Odnoklassniki
- Meneame
- Blogger
- Amazon
- Yahoo Mail
- Gmail
- AOL
- Newsvine
- HackerNews
- Evernote
- MySpace
- Mail.ru
- Viadeo
- Line
- Comments
- Yummly
- SMS
- Viber
- Telegram
- Subscribe
- Skype
- Facebook Messenger
- Kakao
- LiveJournal
- Yammer
- Edgar
- Fintel
- Mix
- Instapaper
- Copy Link